Thursday, August 24, 2017

Pameran Artifak Rasulullah SAW dan Para Sahabat ~ Sollualannabiy!


Kerinduan Yang Tak Berpenghujung

Lihat post dari Facebook dan Instagram


Assalamualaikum wbt..

Alhamdulillah minggu lalu aku berkesempatan membawa keluarga melihat Pameran Artifak Asli Rasullullah SAW dan Para Sahabat yang berlangsung di Perkarangan Masjid Negeri Shah Alam. 

Subhanallah. Alhamdulillah. Antara nak menangis dan teruja. Allah sampaikan hajat nak melihat sendiri tinggalkan Rasulullah SAW. Bila menjejakkan kaki di pintu masuk, kaki dah rasa goyang. Jantung bergetar. Saat terlihat janggut Rasul yang mulia, air mata dah mengalir. Apatah lagi melihat rambut baginda, darah baginda, serban, tongkat, capal baginda.

Biarlah orang melihat keadaanku itu. Rasa rindu yang teramat. Walaupun tak pernah bersua, aura dan rasa kasih pada Kekasih Allah ini begitu membuat hati rasa sayu dan sedih. Sangat tidak menyangka dapatku melihat cebisan peninggalan baginda di zaman kita. Allahurabbi. Rindu, serindu-rindunya pada Rasulullah SAW. Semoga Rasulullah SAW memberikan syafaatnya padaku dan kita semua di akhirat nanti. InsyaAllah.

Berikut adalah informasi mengenai Pameran ini :

Tarikh : 10 Julai - 23 Ogos 2017
Masa : 9.00 pagi hingga 10.00 malam
Lokasi : Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah, Shah Alam.
Harga Tiket adalah seperti di bawah: .
* Dewasa – RM20.00 seorang
* Pelajar – RM10.00 seorang
* Warga Emas – RM10.00 seorang
* OKU – RM10.00 seorang
* Kanak Kanak 6 tahun keatas - RM10.00 seorang
* Kanak-kanak bawah 6 tahun - Percuma

Website : http://tamadunislam.com
Fanpage : https://www.facebook.com/pameranartifak
Instagram : https://www.instagram.com/pameranartifak
Twitter : https://twitter.com/PameranArtifak

Tiada apa yang mampu ku katakan lagi. Pameran dah pun tamat minggu ini. Entah bila nak dianjurkan lagi. Allah sangat baik, subhanallah. Allah Maha baik. Betapa aku sangat menghargai rezeki ini. Bukan mudah nak melihat sendiri artifak asli yang dijaga rapi oleh beberapa Negara Islam yang di amanahkan menjaganya. Mampukah aku terbang ke Turki, ke Arab Saudi, ke Jordan bahkan ke Brunei pun belum mampu lagi. MasyaAllah. Tabarakallah. 

Mari aku kongsikan antara gambar - gambar yang sempat aku rakamkan ketika itu. Semoga ianya bermanfaat untuk kita semua. 

1- Janggut dan rambut Rasulullah SAW

2- Baju besi, pedang rampasan perang, baju besi, nama2 pedang Rasulullah SAW dan busur baginda.
(lihat dari arah lawan jam)

3- Capal, serban dan darah dari bekam Rasulullah SAW dan tongkat baginda
(lihat dari arah lawan jam)

4- Kunci Kaabah, Kain Kiswah pintu Kaabah, Kain Kiswah dan Batu dinding Kaabah
(lihat dari arah lawan jam)

5-Kunci Makam Rasulullah SAW, gambar cop mohor baginda, kunci Makam Ashabul Kahfi dan barang peninggalan Saidina Hassan Dan Hussin.
(lihat dari arah lawan jam)

6- Al Quran bertatah emas 

7- Kereta Kuda Kerajaan Solo

8- Kain penutup makam baginda

Aku kongsikan juga beberapa gambar keluarga untuk simpanan dan rujukan aku sendiri. Antara yang ku bawa adalah kakak-kakakku bersama anak- anak buahku. Alhamdulillah. Moga keluarga ku menjadi keluarga yang cintakan Rasulullah SAW dan mendapat Syafaat darinya.

9- Bersama si kecil Muhammad Uthman Muallim (anak buah) melihat Serban baginda dan kesan tapak kaki baginda yang Mulia.

10- Bergambar dengan rambut Rasullullah SAW yang Mulia - Uda (kakakku), Uthman Muallim, 
Bergambar dengan Serban Rasulullah SAW Yang Mulia - Amirul Ashraf dan Helmi (anak-anak buah)

11- Teruja melihat Busur baginda Nabi SAW. Berehat sementara menunggu waktu Zohor.

12- Uda bersama K. Zalina. Along (kakakku) dan anak-anak buahku.

13- Uda bersama anak-anak.

14- Teruja melihat Al-Quran tertatahkan emas

15- Subhanallah. Rambut Rasulullah SAW yang Mulia.

16- Belum ada rezeki ke Mekah tetapi dapat melihat Kain Kiswah pintu Kaabah. Subhanallah.

17- Bergambar sekejap sebelum balik. Alhamdulillah

Alhamdulillah. Semoga ketemu lagi. Jangan lupa memperbanyakkan berselawat ke atas Junjungan Besar Nabi Muhammad SAW.

Sollualannabiy!

Wednesday, August 23, 2017

Crush from Unexpected Person! What Will You Do?



I finally gotta know that my boss had a feeling on me. What?? That is far worst reality. Gosh!!

I know we used to had a good relationship the last time. But these days, we doesn't have any reason to like each other. I feel it, I hate him for so many reasons. 

First, I know that he purposely doesn't want to promote me. He promised last time to promote me for a higher position. But, he didn't keep his promise. He gave me so many reason why I'm not deserved it. I have done so many extra things that he asked me to do. Still, he didn't find it impressive. I will never be good enough to him. 

That's it! I'm giving up, because it's not that I'm not performing, he just don't want to see it. He think that I will stay here with him forever. Am I nuts?? 

But, last week someone said it to me the fact that my boss had a crush on me. It took me by surprise! Really!!

I still remember how caring he can be to me. He bought me lunch, he celebrate my confirmation, working anniversary. He bought fruit and juice for me when I got sick in the office. I took a half day off but he told me to eat the thing that he bought before I went back. He knows my problems. He knows about my family issues. He never missed to brought something for me whenever he went back to his hometown at Ipoh. Sometimes he brought his Mom's homemade biscuits, sometimes pomelo fruit from Taiping. He knows when I went for solat even if I didn't informed him. He understand that he cannot touch me or shake hand with me more that a Muslim boss will do.

My colleague once told me that he seems to be anxious, nervous like the old says "bagai kucing hilang anak" when I was not there in the office. He keep message me even if I'm on leave or MC, asking unnecessary thing. He drop me off to the nearest train station when we stayed back for work even it's not that late. When we used to be very closed, I did bought him cake to celebrate his birthday with other colleagues. 

But then, there is one day he suddenly received a bouquet of flower, he told us that it was from his girlfriend. Not later than that, he got married. He did invited me but I didn't have the chance to go. My friend find it weird because his wife is a very young girl, just recently graduated from college and he is far older than me. Later on, he changed a lot. He change tremendously when he got promoted to be GM. I was so shocked and feel offended that he didn't informed me about that. I just know it from someone else.


Starting from that moment, we didn't get closed anymore. We are separated. My other colleagues noticed about that. We even had a cold war and lots of lots of misunderstanding and it kills me. He once raise his voice to me. That never happened before. I don't want to talk with him. Communication, approval all by email, even if he is in front of me. We didn't talk when the two of us left in the office. I keep MC and EL as my routine. There is one or two times we confront and try to solve our issue. I told him how I felt, he tone down a bit and promise to change all the bad thing that happened to us. It was a solid of 6 years ++ Boss-Staff relationship and I am not hoping for another counting.

This year I decided to move and search for other opportunity outside. I had enough with him and the company. Please pray for me so that I can get a better place to go after this. I wanted to end the war. I accept the fact that he is still my boss and I still have respect over him. 


I will keep treating him well because of one reason. Because of Allah. There is a time when I pray that Allah shower him with Hidayah because I believed deep down inside he is a good guy. I tried to be a good Muslim so that he got a good experience working with Muslim and he got a good expectation towards Islam. Hope I got him into something. I have done my best, so please let me be in other place. 

These days, he seems so different. He smiled a lot, with me of course. When he talk, he looked at me, he come towards me. He even asked me if I would like join meeting or not. That never happened before! He jokes around and talk to me, discuss, listen to my thought like we did before. Well, whatever it is, I'm just hoping that this will end well. He might once had a feeling with me, but he backed off due to a lot of reason, family, religion, background etc. I never thought that things like this can happened. But, sometimes things never go as what we planned. I want to tender my resignation as soon as possible. May Allah bless me with a better opportunity or rezeki in other places. Amiin..

#allwellendswell #whenmoonlightladywrite

Monday, August 7, 2017

"Jangan Ambil Tanah Kami!"

Bismillahirrohmannirrohim..


Maha suci Allah. Yang memperkenankan doa hamba - hamba Nya..

Walaupun hati ni perit menerima perbuatan kalian, walaupun otak masih ligat berfikir apakah kemungkinan. Tetapi aku redha. Moga Allah berikan aku dan orang yang kau aniayai ganjaran yang baik atas segala penderitaan kami. Moga kau orang punya waktu untuk menebus kesalahanmu. Jika tidak, cari saja aku di Mahsyar nanti. Sesungguhnya tiada kemaafan buat dirimu kala ini. Aku tak pasti jika esok aku punya kekuatan untuk memaafkanmu. Mungkin juga kau boleh berdoa agar Allah lembutkan hatiku untuk memaafkanmu, itupun jika kau seorang yang berdoa dan memohon pada Allah. Dan moga Allah mengabuli doamu.


Dan jika kau tahu siapa dirimu, kau takkan berani berbuat begitu. Kau akan sedar diri, orang - orang seusiamu sudah begitu dekat memikirkan kampung abadi. Tetapi kau masih mengejar duniawi. Masih mengumpul harta untuk dibawa mati. Aku tak pasti apa yang kau cari lagi, kau punya harta untuk diturunkan pada keturunanmu, hidup senang dengan kemewahanmu, tapi harta keluargaku juga yang kau pinta. Aku tak pasti apakah kau lupa, tiada sekelumit harta tinggalan pusaka pun kami punya. Pesan ayah takkan kami lupa, serahkan semuanya kembali pada orang itu. Tanpa pusaka pun kami masih boleh hidup seperti orang lain. Tetapi harta sekangkang kera tinggalan Arwah Ayahku yang kau inginkan. Tanah itu Ayahku beli dengan hasil titik peluhnya. Di tanah seluas itu, Ayah dirikan Istana Kecil dengan tulang empat keratnya. Cuma itu tinggalan Ayah, bukti cintanya pada kami semua. Rumah itu, rumah kenangan. Sedikit demi sedikit dia membesarkan rumah itu sehingga Istana Kecil itu sudah cukup selesa bagi kami. Rumah itu tempat jatuh bangunku, rumah itu tempat mengulit mimpi, memanjat cita-cita dan menghias suka - duka di dalam hati kami semua. Rumah itu bukan rumah kosong, rumah itu rumah kenangan. Perjalanan hidup Ayah pun berakhir di rumah itu. Itu juga yang kau tagih siang malam sehingga sanggup kau aniaya kami untuk memuaskan kehendakmu. Biar dengan cara halus kau atau cara kasar, kau berusaha untuk merampasnya dari kami. 

Buat sekalian kalinya dengar sini, kau tiada hak di situ!


Aku tak faham di mana hilangnya simpati dalam dirimu? Kenapa kau berubah drastik sebegitu? Adakah semua kebaikanmu selama ini dusta? Kalau semuanya hanya lakonan, kau dah layak diberi anugerah Oskar! Kita bukan orang lain, tapi saudara sedarah sedaging. Dulu kau layak jadi waliku. Kini aku sudah tidak mempercayaimu. Aku hairan kenapa kau tak sudah - sudah mengganggu hidupku dan keluargaku. Tetapi yakinlah kau sama sepertiku, makhluk dan hamba yang dhoif cuma. Kekayaan dan kesenangan hanya pinjaman semata. Kau takkan terlepas dari perbuatanmu. Walau apapun ia, kau tiada hak untuk berbuat begitu. Sedarlah sebelum waktumu menjemput, atau bilamana waktu ku tiba dahulu. Tapi yang pasti waktu ini, kau bukan lagi saudaraku. Noktah!!

“Ya Allah. Mereka ini (Allah Maha Tahu siapa anda) zalim pada aku dan keluargaku. Aku mohon balasan yang setimpal ke atas mereka. Serta bantulah aku keluar dari kesusahan ini.” Amin Ya Robbal A’lamin..

“Sesiapa yang ada padanya kezaliman terhadap saudaranya (muslim yang lain); seperti terhadap maruah dan selainnya, mintalah halal pada hari ini sebelum tiba waktu yang tidak ada dinar dan dirham (Hari Kiamat). Sekiranya baginya kebaikan (amalan soleh) maka akan diambil darinya dengan kadar kezalimannya. Jika tiada baginya kebaikan, maka akan diambil dosa orang yang dizalimi lalu ditanggung ke atasnya” (Riwayat al-Bukhari)

Wallahhua'lam..

Tulisanku kali ini ibarat menyambung penulisan yang tak mampu ku luah itu (tulisan di post yang lalu). Mengapa dan kenapa aku bertindak sedemikian, hanya Allah sahaja yang mengerti. Aku bukan sengaja membuka pekung di dada. Aku juga bukan bertindak menghukum sendiri. Tetapi aku cuma kesal tentang segala yang terjadi. Mengapa ianya terjadi padaku dan insan-insan yang ku sayang. Aku pasti Allah itu sebaik-baik perancang, Allah lebih tahu mengapa ianya terjadi padaku. Mengapa aku dizalimi dan dianiaya, itu semua dengan izin Allah. Adakah aku kecewa dengan Qadha' dan Qadar ini? Ikhlaskah aku menerima ketentuan ini. Cuma hanya Allah sahaja yang tahu. Hanya Allah juga yang tahu betapa penderitaanku atas perbuatan makhluk itu.

Sejujurnya, aku ingin membuka matanya. Mungkin menyedarkannya sebelum terlambat. Jika dia boleh melakukan perihal ini pada diriku, adalah tidak mustahil makhluk itu akan melakukannya pada insan lain. Akan lebih banyaklah insan-insan yang teraniaya. Adakah makhluk itu tidak tahu ataupun terlupa yang doa orang-orang yang teraniaya tidaklah berhijap walau sejahat atau sekufur mana insan yang disakiti itu. Allah Maha Adil ke atas semua makhluk.

" Tiga doa yang diperkenankan: Doa orang puasa, doa orang yang dizalimi dan doa orang yang musafir." Hadis riwayat Baihaqi - sahih

" Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang yang dizalimi sekalipun dia adalah orang kafir. Maka sesungguhnya tidak ada penghalang diantaranya untuk diterima oleh Allah." Hadis riwayat Ahmad - Sanad Hasan

"Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang dizalimi. Sesungguhnya doa itu akan naik ke langit amat pantas seumpama api marak ke udara." Hadis riwayat Hakim - Sanad Sahih

Imam Nawawi telah meletakkan satu tajuk dalam kitabnya Al-Azkar :

"BAB: HARUS BAGI SEORANG MANUSIA UNTUK MENDOAKAN KEBURUKAN KEPADA ORANG YANG MENZALIMI ORANG-ORANG ISLAM ATAU MENZALIMI DIRINYA SENDIRI."

Syeikh Ibnu Allan as-Siddiqi (pengarang syarah bagi kitab Azkar) berkata di bawah tajuk ini:

"Maksud harus yang disebut imam Nawawi adalah merangkumi sunat. Maksudnya ia tidak haram dan tidak makruh. Sekiranya doa kecelakaan kepada orang yang menzalimi manusia lain supaya terhindar dari kezalimannya maka hukumnya sunat. Sekiranya doa kecelakaan kepada orang yang menzalimi dirinya sendiri atau yang menyakitinya , sesungguhnya ini diharuskan untuk berdoa sebegini. Seeloknya dia maafkan dan melupakannya.

Walaupun aku tahu, adalah lebih baik aku bersifat memaafkan dan melupakan setiap kejahatan makhluk itu..aku tahu dan aku sudah mencuba..tetapi aku ini insan biasa, yang cuba bersabar bahkan lebih ditambahkan dos kesakitannya, walaupun aku bertindak menjauhinya tetap dia mengirimkan kesakitan itu padaku. Sungguh aku sudah tidak sabar lagi. Bukan tidak sabar kerana ujian Allah ini tetapi aku juga punya hak untuk meminta agar Allah membalas perbuatan zalim mu wahai makhluk Allah pada kami semua (kami - bagi diriku dan keluarga).

"Sesungguhnya Nabi saw mendoakan kecelakaan kepada orang-orang yang membunuh penghafaz-penghafaz al-Quran ra dan sentiasa mendoakan kecelakaan kepada mereka selama sebulan. Baginda berdoa : Ya Allah laknatilah Ri'l, zakwan dan 'usayyah (nama2 kabilah)."

Hadis sahih Bukhari dan Muslim

Jadi, tidaklah salah bagi aku berdoa kepada Allah untuk balasan kezalimanmu. Tapi kau jangan risau, aku tiada kuasa menyumpah atau melaknat kerana semua itu adalah kehendak Allah jua. Sekiranya kau masih bergembira disaat orang lain menderita, aku hanya berharap agar kau punya masa untuk bertaubat. Jika kau tidak merasai azab di dunia ini, jangan pernah lupa bahwa alam akhirat itu yang kekal abadi. Takutlah pada Allah dan ancaman keras dari Rasulullah SAW dan ingatlah azab Allah yang pedih tersedia menanti. Nauzubillah hi min zalik. Semoga aku dan kau yang membaca dijauhi dan dilindungi Allah dari sifat zalim ini..


Salam dari kejauhan, kita jumpa lagi nanti di Mahsyar..