Wednesday, November 18, 2009

Mencari Ketenangan Jiwa...

Bismillahirrahmanirrahim....

Mahalnya Ketenangan Itu.. Alangkah nyamannya jika jiwaku setenang air di tasik tu..


Sesungguhnya jiwa aku sangat kacau bilau ketika ini..mencari nur Ilahi yang mampu membuatkan aku sedar bahawa tiada yang lebih berkuasa Mencipta ,Memberi dan Merampas apa yang kita ada dalam sekelip mata.. Selain Allah Swt..

Tetapi mengapa harus ku bersedih kernanya..mungkin kerna aku seorang manusia biasa yang tak lari dari kekurangan diri..tak dapat menguasai kesedihan ku, kemarahanku dan dengan tidak sabar menghamburkan kata2 yang tak sepatutnya dituturkan..aku seharusnya diam, bersabar dengan ujian Allah ni..Astaghfirullahala'zim..

Tiada dapat digambarkan jiwa ku yang sedang bergelodak ini..benakku bagaikan buntu berfikir..dada ku sebak menahan air yang bergenang di kolam mataku..kembali membasahi kesan hujan air mataku semalam..

Semakin kusut kerna tika ini aku tak dapat nk mendekatkan diri ku PadaMu Ya Allah..xdapat nk menuturkan KalamMu..Hariku seakan kaku, gerak bibir pun payah nak menguntum senyum..Kenapa ini terjadi Ya Allah..puas aku memikirkan apa yang harus kulakukan..Ku pohon PetunjukMu Ya Rabbi..Ya Ilahi dengarkanlah rintihan ku, dan mohon belas kasihMu agar kudapat KeredhaanMu....Amiin..

Aku lantas terfikir, betapa mahalnya harga ketenangan jiwa. Banyak yang mengorbankan apa saja untuk meraihnya. Namun, tak sedikit yang salah arah. Lihat saja orang rela menghabiskan masa berjam-jam berpeleseran di pusat hiburan sambil meneguk minuman keras. Tak sedikit yang menghabiskan jutaan wang untuk mendapatkan pil-pil penenang. Sementara, ketenangan yang diperoleh cuma sesaat. Itu pun sifatnya sementara. Yang dicari ketenangan jiwa, yang diraih adalah kehancuran. Namun aku bersyukur kerna masih dilindungi Allah dari terjerumus ke arah itu..Alhamdulillah..

Faktanya, tak ada seorang pun terbebas dari persoalan hidup. Itulah sunatullah yang berlaku di dunia. Kekayaan, pangkat dan kedudukan takkan mampu menghalanginya.

Alhamdulillah ,daripada pembacaan ku sepintas lalu sebentar td..aku kembali sedar yang sesungguhnya benar, Islam itu Indah..Allah takkan menguji ku jika aku tak mampu untuk menghadapi ujian itu..Aku yakin, aku mampu bangun sendiri, mencari sisa2 kekuatan yang ada, lebih bertawakkal selepas berusaha, redha diatas ketentuan Allah ini..

Ingin ku kongsikan di sini, Islam memberikan solusion terhadap tekanan hidup itu agar jiwa tetap tenang. Tak ada istilah stress hagi seorang mukmin. Soalnya, Islam telah memberikan penyelesaian untuk menghadapi tekanan hidup, berikut adalah langkah-langkah yang boleh kita lakukan untuk meraih ketenangan jiwa, InsyaAllah:

1. Solat Fardu 5 Waktu

Menjaga solat fardu lima waktu dan memperbanyakkan solat sunat. Banyak kajian pakar psikologi Barat sendiri yang memperakukan fadilat solat dalam memberi ketenangan jiwa dan pemikiran seseorang.

Menurut kesimpulan beberapa kajian sarjana barat, secara saintifiknya solat adalah suatu tempoh masa ‘aman dan damai’ di mana seluruh tubuh dan minda seseorang tertumpu kepada sesuatu (kepada Allah).
Gerakan dan keadaan minda dalam solat berupaya menghalang pengaliran keluar hormon seperti Cortisol, Epinephrine dan Norepinephrine daripada kelenjar adrenalin yang bertindak balas terhadap sebarang tekanan. Solat turut membantu memberi kesan positif terhadap sistem pernafasan, aliran oksigen dalam badan, degupan jantung dan gelombang otak.

Daripada konteks Islam, mendirikan solat fardu lima waktu, dilengkapkan dengan amalan solat sunat yang pelbagai, seseorang itu akan diberikan pertolongan oleh Allah dalam sebarang kesukaran.

Allah berfirman yang bermaksud:
“Wahai sekalian orang yang beriman! Mintalah pertolongan dengan bersabar dan dengan (mengerjakan) sembahyang; kerana sesungguhnya Allah menyertai (menolong) orang yang sabar.” (Surah al-Baqarah, ayat 153)

2. Membaca dan mendengarkan al-Quran


Suatu ketika seseorang datang kepada Ibnu Mas’ud, salah seorang sahabat utama Rasulullah. Ia mengeluh, “Wahai Ibnu Mas’ud, nasihatilah aku dan berilah obat bagi jiwaku yang gelisah ini. Hari-hariku penuh dengan perasaan tak tenteram, jiwaku gelisah, dan pikiranku kusut. Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak," kata orang tersebut.

Ibnu Mas’ud menjawab, ”Kalau penyakit itu yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat. Pertama, tempat orang membaca al-Quran. Engkau baca al-Quran atau engkau dengar baik-baik orang yang membacanya. Kedua, engkau pergi ke majlis pengajian yang mengingatkan hatimu kepada Allah. Ketiga, engkau cari waktu dan tempat yang sunyi, di sana engkau berkhalwat mengabdi kepada Allah. Nasihat sahabat Nabi itu segera dilaksanakan orang tersebut. Sesampainya di rumah, segera ia berwudhu kemudian diambilnya Al-quran dan dibacanya dengan khusyuk. Selesai membaca, ia segera dapati hatinya memperoleh ketenteraman, dan jiwanya pun tenang. Pikirannya segar kembali, hidupnya terasa bergairah kembali. Padahal, ia baru melaksanakan satu dari tiga nasihat yang disampaikan sahabat Rasulullah saw tersebut. Mengamalkan mendengar, membaca dan menghayati tafsir al-Quran. Diriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:

“Al-Quran adalah penawar kepada kesakitan minda.” (Hadis riwayat Bukhari)
Membaca al-Quran sendiri memberikan ketenangan kepada pembaca malah kepada sesiapa yang mendengar bacaannya apatah lagi jika ayat Allah itu difahami, dihayati dan dijadikan panduan dalam kehidupan kerana al-Quran dan hadis adalah sumber teragung merungkaikan segala permasalahan.

3. Berzikir Memuji Allah SWT

Dengan amalan berzikir seperti bertakbir, bertahmid dan bertasbih adalah amalan yang mampu menenangkan jiwa seperti jaminan Allah dalam firman-Nya yang bermaksud:

“(Iaitu) orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan zikrullah.” (Surah ar-Ra’d, ayat 28)

4. Menyayangi orang miskin

Rasulullah memerintahkan kepada muslim yang punya kelebihan harta untuk memberikan perhatian kepada orang miskin. Ternyata, sikap dermawan itu bisa mendatangkan ketenangan jiwa. Mengapa? Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa para malaikat selalu mendoakan orang-orang dermawan:
“Setiap pagi hari dua malaikat senantiasa mendampingi setiap orang. Salah satunya mengucapkan doa: Ya Allah! Berikanlah balasan kepada orang yang berinfak. Dan malaikat yang kedua pun berdoa: Ya Allah! Berikanlah kepada orang yang kikir itu kebinasaan."
Dari hadits tersebut dapat disimpulkan bahwa orang yang dermawan itu memperoleh dua balasan. Pertama, ia mendapatkan ganjaran atas apa yang diberikannya kepada orang lain. Kedua, mendapatkan limpahan ketenangan jiwa dan belas kasihan dari Allah.


5. Melihat orang yang di bawah, jangan lihat ke atas


Ketenangan jiwa akan diperoleh jika kita senantiasa bersyukur atas segala pemberian Allah, meskipun tampak sedikit. Rasa syukur itu akan muncul bila kita senantiasa melihat orang-orang yang kondisinya lebih rendah dari kita, baik dalam hal materi, kesehatan, rupa, pekerjaan dan pemikiran. Betapa banyak di dunia ini orang yang kurang beruntung. Rasa syukur itu selain mendatangkan ketenangan jiwa, juga ganjaran dari Allah.


6. Menjaga silaturahim


Manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan jalinan hubungan yang baik dengan manusia lain. Berbagai kebutuhan hidup takkan mungin bisa diraih tanpa adanya bantuan dari orang lain. Karenannya, di dalam hadits Rasulullah diperintahkan untuk tetap menjalin silaturahmi, sekalipun terhadap orang yang melakukan permusuhan, Rasulullah juga pernah bersabda bahwa silaturahmi dapat memanjangkan umur dan mendatangkan rejeki. Hubungan yang baik di dalam keluarga, maupun dengan tetangga akan menciptakan ketenangan, kedamaian dan kemesraan. Hubungan yang baik itu juga akan sangat efektif untuk menanggulangi berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.


7. Banyak mengucapkan la hawla wa la quwwata illa billah.


Sumber ketenangan jiwa yang hakiki bersumber dari Allah SWT. Karena itu hendaklah kita selalu menghadirkan Allah SWT dalam segala situasi, baik dalam keadaan senang maupun susah. Keterikatan yang kuat dengan Allah SWT akan membuat jiwa seseorang menjadi kuat, tak mudah goncang dan diombang-ambingkan sesuatu. Sebab, bila kita lalai untuk mengingat Allah, maka membuka peluang bagi setan untuk mempengaruhi pikiran kita.


8. Mengatakan yang haq (benar) sekalipun pahit


Hidup ini harus dijaga agar senantiasa berada di atas jalan kebenaran. Kebenaran harus diperjuangan. Pelanggaran terhadap kebenaran akan mendatangkan kegelisahan. Ketenangan jiwa akan tergapai bila kita tidak melanggar nilai-nilai kebenaran. Sebaliknya, pelanggaran terhadap kebenaran akan berpengaruh terhadap ketenangan jiwa. Lihat saja orang-orang kerap berbuat maksiat, kehidupannya diliputi kegelisahan.


9. Tidak ambil peduli terhadap celaan orang lain asalkan yang kita lakukan benar-benar karena Allah


Salah satu faktor yang membuat jiwa seseorang tidak tenang adalah karena selalu mengikuti penilaian orang terhadap dirinya. Terombang ambing oleh sikap dan gaya hidup orang kebanyakan. Sedangkan seseorang akan memiliki pendirian yang kuat jika berpegang kepada prinsip-prinsip yang datang dari Allah (al-Islam). Betapa melelahkannya hidup ini bila segala hal yang ada di dunia ini kita ikuti.


10. Tidak mengemis kepada orang lain


"Tangan di atas (memberi) lebih mulia dari tangan di bawah" adalah hadits rasulullah yang memotivasi setiap mukmin untuk hidup mandiri. Tidak tergantung dan meminta-minta kepacla orang lain. Sebab, orang, yang mandiri, jiwanya akan kuat dan sikapnya lebih berani dalam menghadapi kehidupan. Sebaliknya, orang yang selalu meminta-minta menggambarkan jiwa yang lemah. Hal ini tentu membuat batin tak nyaman.


11. Menjauhi Hutang


Dalam sebuah hadits Rasulullah dengan tegas mengatakan: “Janganlah engkau jadikan dirimu ketakutan setelah merasakan keamanan!” (Para sahabat) bertanya: Bagaimana bisa terjadi seperti itu! Sabdanya: Karena utang.”

Begitulah kenyataanya. Orang yang berutang akan senantiasa dihantui ketakutan, karena ia dikejar-kejar untuk segera melunasinya. Inilah salah satu faktor yang membuat banyak orang mengalami tekanan jiwa. Rasulullah juga mengatakan: “Hendaklah kamu jauhi utang, karena utang itu menjadi beban pikiran di malam hari dan rasa rendah diri di siang hari."


12. Selalu berpikir positif


Mengapa seseorang mudah stress? Salah satu faktornya karena ia selalu diliputi pikiran-pikiran negatif. Selalu mencela dan menyesali kekurangan diri. Padahal, setiap kita diberikan oleh Allah berbagai kelebihan. Ubahlah pikiran negatif itu menjadi positif. Ubahlah ungkapan keluh kesah yang membuat muka cemberut, badan lemas dan frustasi dengan ungkapan senang. Ungkapan senang akan membuat ekspresi senyum dan jiwa menjadi semangat kembali. Bukankah di balik kesulitan dan kegagalan ada hikmah yang bisa jadi pelajaran? Dan bukankah dibalik kesulitan ada kemudahan?

13. Berdoa Mohon Pada Allah SWT

Amalan berdoa, memohon keampunan dan menyerahkan segala apa yang sudah diusahakan bagi mengatasi tekanan diri untuk ketentuan-Nya. Allah berfirman yang bermaksud:

“Berdoalah kamu kepada-Ku nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang yang sombong takbur daripada beribadat dan berdoa kepada-Ku, akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina.” (Surah al-Ghaafir, ayat 60)
Kesimpulannya, walau sebesar manapun masalah atau kesukaran yang menyumbang kepada tekanan di tempat kerja, kita perlu sedar ia boleh dihadapi dengan jayanya jika tindak-tanduk kita menepati syariat Islam. 

1 comment:

Alexa said...

Jadilah jutawan mendadak sekarang juga hanya bermain di sentapoker,com. Hanya deposit 15ribu kamu sudah bisa mendapatkan bonus 10ribu dan berkesempatan memenangkan hadiah ratusan juta hingga milliaran Rupiah! Jangan sampai ketinggalan dengan bonus yang akan datang nantinya hanya di sentapoker,com

WHATSAPP : +6285921063064
BBM : SENTA88
LIVE CHAT : SENTAPOKER,COM

SITUS POKER ONLINE RESMI
DAFTAR SENTAPOKER
PROMO POKER ONLINE
CARA DAFTAR SENTAPOKER