Thursday, August 24, 2017

Pameran Artifak Rasulullah SAW dan Para Sahabat ~ Sollualannabiy!


Kerinduan Yang Tak Berpenghujung

Lihat post dari Facebook dan Instagram


Assalamualaikum wbt..

Alhamdulillah minggu lalu aku berkesempatan membawa keluarga melihat Pameran Artifak Asli Rasullullah SAW dan Para Sahabat yang berlangsung di Perkarangan Masjid Negeri Shah Alam. 

Subhanallah. Alhamdulillah. Antara nak menangis dan teruja. Allah sampaikan hajat nak melihat sendiri tinggalkan Rasulullah SAW. Bila menjejakkan kaki di pintu masuk, kaki dah rasa goyang. Jantung bergetar. Saat terlihat janggut Rasul yang mulia, air mata dah mengalir. Apatah lagi melihat rambut baginda, darah baginda, serban, tongkat, capal baginda.

Biarlah orang melihat keadaanku itu. Rasa rindu yang teramat. Walaupun tak pernah bersua, aura dan rasa kasih pada Kekasih Allah ini begitu membuat hati rasa sayu dan sedih. Sangat tidak menyangka dapatku melihat cebisan peninggalan baginda di zaman kita. Allahurabbi. Rindu, serindu-rindunya pada Rasulullah SAW. Semoga Rasulullah SAW memberikan syafaatnya padaku dan kita semua di akhirat nanti. InsyaAllah.

Berikut adalah informasi mengenai Pameran ini :

Tarikh : 10 Julai - 23 Ogos 2017
Masa : 9.00 pagi hingga 10.00 malam
Lokasi : Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah, Shah Alam.
Harga Tiket adalah seperti di bawah: .
* Dewasa – RM20.00 seorang
* Pelajar – RM10.00 seorang
* Warga Emas – RM10.00 seorang
* OKU – RM10.00 seorang
* Kanak Kanak 6 tahun keatas - RM10.00 seorang
* Kanak-kanak bawah 6 tahun - Percuma

Website : http://tamadunislam.com
Fanpage : https://www.facebook.com/pameranartifak
Instagram : https://www.instagram.com/pameranartifak
Twitter : https://twitter.com/PameranArtifak

Tiada apa yang mampu ku katakan lagi. Pameran dah pun tamat minggu ini. Entah bila nak dianjurkan lagi. Allah sangat baik, subhanallah. Allah Maha baik. Betapa aku sangat menghargai rezeki ini. Bukan mudah nak melihat sendiri artifak asli yang dijaga rapi oleh beberapa Negara Islam yang di amanahkan menjaganya. Mampukah aku terbang ke Turki, ke Arab Saudi, ke Jordan bahkan ke Brunei pun belum mampu lagi. MasyaAllah. Tabarakallah. 

Mari aku kongsikan antara gambar - gambar yang sempat aku rakamkan ketika itu. Semoga ianya bermanfaat untuk kita semua. 

1- Janggut dan rambut Rasulullah SAW

2- Baju besi, pedang rampasan perang, baju besi, nama2 pedang Rasulullah SAW dan busur baginda.
(lihat dari arah lawan jam)

3- Capal, serban dan darah dari bekam Rasulullah SAW dan tongkat baginda
(lihat dari arah lawan jam)

4- Kunci Kaabah, Kain Kiswah pintu Kaabah, Kain Kiswah dan Batu dinding Kaabah
(lihat dari arah lawan jam)

5-Kunci Makam Rasulullah SAW, gambar cop mohor baginda, kunci Makam Ashabul Kahfi dan barang peninggalan Saidina Hassan Dan Hussin.
(lihat dari arah lawan jam)

6- Al Quran bertatah emas 

7- Kereta Kuda Kerajaan Solo

8- Kain penutup makam baginda

Aku kongsikan juga beberapa gambar keluarga untuk simpanan dan rujukan aku sendiri. Antara yang ku bawa adalah kakak-kakakku bersama anak- anak buahku. Alhamdulillah. Moga keluarga ku menjadi keluarga yang cintakan Rasulullah SAW dan mendapat Syafaat darinya.

9- Bersama si kecil Muhammad Uthman Muallim (anak buah) melihat Serban baginda dan kesan tapak kaki baginda yang Mulia.

10- Bergambar dengan rambut Rasullullah SAW yang Mulia - Uda (kakakku), Uthman Muallim, 
Bergambar dengan Serban Rasulullah SAW Yang Mulia - Amirul Ashraf dan Helmi (anak-anak buah)

11- Teruja melihat Busur baginda Nabi SAW. Berehat sementara menunggu waktu Zohor.

12- Uda bersama K. Zalina. Along (kakakku) dan anak-anak buahku.

13- Uda bersama anak-anak.

14- Teruja melihat Al-Quran tertatahkan emas

15- Subhanallah. Rambut Rasulullah SAW yang Mulia.

16- Belum ada rezeki ke Mekah tetapi dapat melihat Kain Kiswah pintu Kaabah. Subhanallah.

17- Bergambar sekejap sebelum balik. Alhamdulillah

Alhamdulillah. Semoga ketemu lagi. Jangan lupa memperbanyakkan berselawat ke atas Junjungan Besar Nabi Muhammad SAW.

Sollualannabiy!

Wednesday, August 23, 2017

Crush from Unexpected Person! What Will You Do?



I finally gotta know that my boss had a feeling on me. What?? That is far worst reality. Gosh!!

I know we used to had a good relationship the last time. But these days, we doesn't have any reason to like each other. I feel it, I hate him for so many reasons. 

First, I know that he purposely doesn't want to promote me. He promised last time to promote me for a higher position. But, he didn't keep his promise. He gave me so many reason why I'm not deserved it. I have done so many extra things that he asked me to do. Still, he didn't find it impressive. I will never be good enough to him. 

That's it! I'm giving up, because it's not that I'm not performing, he just don't want to see it. He think that I will stay here with him forever. Am I nuts?? 

But, last week someone said it to me the fact that my boss had a crush on me. It took me by surprise! Really!!

I still remember how caring he can be to me. He bought me lunch, he celebrate my confirmation, working anniversary. He bought fruit and juice for me when I got sick in the office. I took a half day off but he told me to eat the thing that he bought before I went back. He knows my problems. He knows about my family issues. He never missed to brought something for me whenever he went back to his hometown at Ipoh. Sometimes he brought his Mom's homemade biscuits, sometimes pomelo fruit from Taiping. He knows when I went for solat even if I didn't informed him. He understand that he cannot touch me or shake hand with me more that a Muslim boss will do.

My colleague once told me that he seems to be anxious, nervous like the old says "bagai kucing hilang anak" when I was not there in the office. He keep message me even if I'm on leave or MC, asking unnecessary thing. He drop me off to the nearest train station when we stayed back for work even it's not that late. When we used to be very closed, I did bought him cake to celebrate his birthday with other colleagues. 

But then, there is one day he suddenly received a bouquet of flower, he told us that it was from his girlfriend. Not later than that, he got married. He did invited me but I didn't have the chance to go. My friend find it weird because his wife is a very young girl, just recently graduated from college and he is far older than me. Later on, he changed a lot. He change tremendously when he got promoted to be GM. I was so shocked and feel offended that he didn't informed me about that. I just know it from someone else.


Starting from that moment, we didn't get closed anymore. We are separated. My other colleagues noticed about that. We even had a cold war and lots of lots of misunderstanding and it kills me. He once raise his voice to me. That never happened before. I don't want to talk with him. Communication, approval all by email, even if he is in front of me. We didn't talk when the two of us left in the office. I keep MC and EL as my routine. There is one or two times we confront and try to solve our issue. I told him how I felt, he tone down a bit and promise to change all the bad thing that happened to us. It was a solid of 6 years ++ Boss-Staff relationship and I am not hoping for another counting.

This year I decided to move and search for other opportunity outside. I had enough with him and the company. Please pray for me so that I can get a better place to go after this. I wanted to end the war. I accept the fact that he is still my boss and I still have respect over him. 


I will keep treating him well because of one reason. Because of Allah. There is a time when I pray that Allah shower him with Hidayah because I believed deep down inside he is a good guy. I tried to be a good Muslim so that he got a good experience working with Muslim and he got a good expectation towards Islam. Hope I got him into something. I have done my best, so please let me be in other place. 

These days, he seems so different. He smiled a lot, with me of course. When he talk, he looked at me, he come towards me. He even asked me if I would like join meeting or not. That never happened before! He jokes around and talk to me, discuss, listen to my thought like we did before. Well, whatever it is, I'm just hoping that this will end well. He might once had a feeling with me, but he backed off due to a lot of reason, family, religion, background etc. I never thought that things like this can happened. But, sometimes things never go as what we planned. I want to tender my resignation as soon as possible. May Allah bless me with a better opportunity or rezeki in other places. Amiin..

#allwellendswell #whenmoonlightladywrite

Monday, August 7, 2017

"Jangan Ambil Tanah Kami!"

Bismillahirrohmannirrohim..


Maha suci Allah. Yang memperkenankan doa hamba - hamba Nya..

Walaupun hati ni perit menerima perbuatan kalian, walaupun otak masih ligat berfikir apakah kemungkinan. Tetapi aku redha. Moga Allah berikan aku dan orang yang kau aniayai ganjaran yang baik atas segala penderitaan kami. Moga kau orang punya waktu untuk menebus kesalahanmu. Jika tidak, cari saja aku di Mahsyar nanti. Sesungguhnya tiada kemaafan buat dirimu kala ini. Aku tak pasti jika esok aku punya kekuatan untuk memaafkanmu. Mungkin juga kau boleh berdoa agar Allah lembutkan hatiku untuk memaafkanmu, itupun jika kau seorang yang berdoa dan memohon pada Allah. Dan moga Allah mengabuli doamu.


Dan jika kau tahu siapa dirimu, kau takkan berani berbuat begitu. Kau akan sedar diri, orang - orang seusiamu sudah begitu dekat memikirkan kampung abadi. Tetapi kau masih mengejar duniawi. Masih mengumpul harta untuk dibawa mati. Aku tak pasti apa yang kau cari lagi, kau punya harta untuk diturunkan pada keturunanmu, hidup senang dengan kemewahanmu, tapi harta keluargaku juga yang kau pinta. Aku tak pasti apakah kau lupa, tiada sekelumit harta tinggalan pusaka pun kami punya. Pesan ayah takkan kami lupa, serahkan semuanya kembali pada orang itu. Tanpa pusaka pun kami masih boleh hidup seperti orang lain. Tetapi harta sekangkang kera tinggalan Arwah Ayahku yang kau inginkan. Tanah itu Ayahku beli dengan hasil titik peluhnya. Di tanah seluas itu, Ayah dirikan Istana Kecil dengan tulang empat keratnya. Cuma itu tinggalan Ayah, bukti cintanya pada kami semua. Rumah itu, rumah kenangan. Sedikit demi sedikit dia membesarkan rumah itu sehingga Istana Kecil itu sudah cukup selesa bagi kami. Rumah itu tempat jatuh bangunku, rumah itu tempat mengulit mimpi, memanjat cita-cita dan menghias suka - duka di dalam hati kami semua. Rumah itu bukan rumah kosong, rumah itu rumah kenangan. Perjalanan hidup Ayah pun berakhir di rumah itu. Itu juga yang kau tagih siang malam sehingga sanggup kau aniaya kami untuk memuaskan kehendakmu. Biar dengan cara halus kau atau cara kasar, kau berusaha untuk merampasnya dari kami. 

Buat sekalian kalinya dengar sini, kau tiada hak di situ!


Aku tak faham di mana hilangnya simpati dalam dirimu? Kenapa kau berubah drastik sebegitu? Adakah semua kebaikanmu selama ini dusta? Kalau semuanya hanya lakonan, kau dah layak diberi anugerah Oskar! Kita bukan orang lain, tapi saudara sedarah sedaging. Dulu kau layak jadi waliku. Kini aku sudah tidak mempercayaimu. Aku hairan kenapa kau tak sudah - sudah mengganggu hidupku dan keluargaku. Tetapi yakinlah kau sama sepertiku, makhluk dan hamba yang dhoif cuma. Kekayaan dan kesenangan hanya pinjaman semata. Kau takkan terlepas dari perbuatanmu. Walau apapun ia, kau tiada hak untuk berbuat begitu. Sedarlah sebelum waktumu menjemput, atau bilamana waktu ku tiba dahulu. Tapi yang pasti waktu ini, kau bukan lagi saudaraku. Noktah!!

“Ya Allah. Mereka ini (Allah Maha Tahu siapa anda) zalim pada aku dan keluargaku. Aku mohon balasan yang setimpal ke atas mereka. Serta bantulah aku keluar dari kesusahan ini.” Amin Ya Robbal A’lamin..

“Sesiapa yang ada padanya kezaliman terhadap saudaranya (muslim yang lain); seperti terhadap maruah dan selainnya, mintalah halal pada hari ini sebelum tiba waktu yang tidak ada dinar dan dirham (Hari Kiamat). Sekiranya baginya kebaikan (amalan soleh) maka akan diambil darinya dengan kadar kezalimannya. Jika tiada baginya kebaikan, maka akan diambil dosa orang yang dizalimi lalu ditanggung ke atasnya” (Riwayat al-Bukhari)

Wallahhua'lam..

Tulisanku kali ini ibarat menyambung penulisan yang tak mampu ku luah itu (tulisan di post yang lalu). Mengapa dan kenapa aku bertindak sedemikian, hanya Allah sahaja yang mengerti. Aku bukan sengaja membuka pekung di dada. Aku juga bukan bertindak menghukum sendiri. Tetapi aku cuma kesal tentang segala yang terjadi. Mengapa ianya terjadi padaku dan insan-insan yang ku sayang. Aku pasti Allah itu sebaik-baik perancang, Allah lebih tahu mengapa ianya terjadi padaku. Mengapa aku dizalimi dan dianiaya, itu semua dengan izin Allah. Adakah aku kecewa dengan Qadha' dan Qadar ini? Ikhlaskah aku menerima ketentuan ini. Cuma hanya Allah sahaja yang tahu. Hanya Allah juga yang tahu betapa penderitaanku atas perbuatan makhluk itu.

Sejujurnya, aku ingin membuka matanya. Mungkin menyedarkannya sebelum terlambat. Jika dia boleh melakukan perihal ini pada diriku, adalah tidak mustahil makhluk itu akan melakukannya pada insan lain. Akan lebih banyaklah insan-insan yang teraniaya. Adakah makhluk itu tidak tahu ataupun terlupa yang doa orang-orang yang teraniaya tidaklah berhijap walau sejahat atau sekufur mana insan yang disakiti itu. Allah Maha Adil ke atas semua makhluk.

" Tiga doa yang diperkenankan: Doa orang puasa, doa orang yang dizalimi dan doa orang yang musafir." Hadis riwayat Baihaqi - sahih

" Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang yang dizalimi sekalipun dia adalah orang kafir. Maka sesungguhnya tidak ada penghalang diantaranya untuk diterima oleh Allah." Hadis riwayat Ahmad - Sanad Hasan

"Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang dizalimi. Sesungguhnya doa itu akan naik ke langit amat pantas seumpama api marak ke udara." Hadis riwayat Hakim - Sanad Sahih

Imam Nawawi telah meletakkan satu tajuk dalam kitabnya Al-Azkar :

"BAB: HARUS BAGI SEORANG MANUSIA UNTUK MENDOAKAN KEBURUKAN KEPADA ORANG YANG MENZALIMI ORANG-ORANG ISLAM ATAU MENZALIMI DIRINYA SENDIRI."

Syeikh Ibnu Allan as-Siddiqi (pengarang syarah bagi kitab Azkar) berkata di bawah tajuk ini:

"Maksud harus yang disebut imam Nawawi adalah merangkumi sunat. Maksudnya ia tidak haram dan tidak makruh. Sekiranya doa kecelakaan kepada orang yang menzalimi manusia lain supaya terhindar dari kezalimannya maka hukumnya sunat. Sekiranya doa kecelakaan kepada orang yang menzalimi dirinya sendiri atau yang menyakitinya , sesungguhnya ini diharuskan untuk berdoa sebegini. Seeloknya dia maafkan dan melupakannya.

Walaupun aku tahu, adalah lebih baik aku bersifat memaafkan dan melupakan setiap kejahatan makhluk itu..aku tahu dan aku sudah mencuba..tetapi aku ini insan biasa, yang cuba bersabar bahkan lebih ditambahkan dos kesakitannya, walaupun aku bertindak menjauhinya tetap dia mengirimkan kesakitan itu padaku. Sungguh aku sudah tidak sabar lagi. Bukan tidak sabar kerana ujian Allah ini tetapi aku juga punya hak untuk meminta agar Allah membalas perbuatan zalim mu wahai makhluk Allah pada kami semua (kami - bagi diriku dan keluarga).

"Sesungguhnya Nabi saw mendoakan kecelakaan kepada orang-orang yang membunuh penghafaz-penghafaz al-Quran ra dan sentiasa mendoakan kecelakaan kepada mereka selama sebulan. Baginda berdoa : Ya Allah laknatilah Ri'l, zakwan dan 'usayyah (nama2 kabilah)."

Hadis sahih Bukhari dan Muslim

Jadi, tidaklah salah bagi aku berdoa kepada Allah untuk balasan kezalimanmu. Tapi kau jangan risau, aku tiada kuasa menyumpah atau melaknat kerana semua itu adalah kehendak Allah jua. Sekiranya kau masih bergembira disaat orang lain menderita, aku hanya berharap agar kau punya masa untuk bertaubat. Jika kau tidak merasai azab di dunia ini, jangan pernah lupa bahwa alam akhirat itu yang kekal abadi. Takutlah pada Allah dan ancaman keras dari Rasulullah SAW dan ingatlah azab Allah yang pedih tersedia menanti. Nauzubillah hi min zalik. Semoga aku dan kau yang membaca dijauhi dan dilindungi Allah dari sifat zalim ini..


Salam dari kejauhan, kita jumpa lagi nanti di Mahsyar..

Wednesday, July 19, 2017

Suatu Yang Tak Terungkap, Aku Tuliskan..

Sudah lama ingin ku luahkan di sini, tentang apa yang terjadi pada diriku. Bukan untuk meminta simpati, cuma untuk berkongsi apa yang terjadi. Agar menjadi panduan pada mereka yang tidak tahu. Sesungguhnya aku sakit!


Sakit itu nikmat bukan? Bila aku sentiasa sihat, kadang-kadang aku takut Allah sudah tidak memandang kepadaku. Biarlah aku sakit sedikit agar aku lebih dekat dengan Allah. Sungguh! Aku takut terjadinya istidraj padaku. Bila Allah bagi nikmat dan kesenangan pada orang yang jauh dariNya. Itu bukan nikmat, tapi azab bila kita sentiasa berasa lega walau Allah tak redha. Wa nauzubillah..

Sesuatu yang agak peribadi untuk diceritakan di sini, tapi aku nekad agar orang-orang yang membaca sedar akan perkara ini boleh terjadi pada sesiapa saja dengan izin Allah SWT.

Ya, aku sakit. Sakit fizikal, mental dan emosi. Sejak bila aku sakit? Wallahua'lam. Aku tidak mahu menceritakan punca dan asbabnya cuma aku ingin berkongsi rasa dan pengalamannya.

Beberapa tahun yang lalu, aku ikut serta kakak ke suatu pusat perubatan islam. Semenjak itu, bermulalah pengalaman yang menduga ini.

Tahun demi tahun aku hadapi sendiri, berkat tawakkal pada Allah bantuan sentiasa hadir, keluarga jadi perisai, usaha yang tak henti, penat yang tak memandang, jemu kadang-kadang tapi Allah itu bukan kejam. Allah takkan berikan ujian diluar kemampuan hambaNya. Ujian pada setiap insan itu kan berbeza. Mungkin ini ujian aku. Aku redha.

Dan jangan kita lupa bersama ujian itu juga ada pertolongan dari Allah sepertimana yang dinyatakan di dalam Al Quran :

Adakah patut kamu menyangka bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum sampai kepada kamu (ujian dan cubaan) seperti yang telah berlaku kepada orang-orang yang terdahulu sebelum kamu? Mereka telah ditimpa kepapaan (kemusnahan harta benda) dan serangan penyakit, serta digoncangkan (dengan ancaman bahaya musuh), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman yang ada bersamanya: “Bilakah (datangnya) pertolongan Allah?” Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat (asalkan kamu bersabar dan berpegang teguh kepada agama Allah).

(Al-Baqarah: 214)

Berbalik kepada sakitku ini, padaku ia tiadalah apa-apa berbanding orang lain. Cuma makin lama dibiarkan ianya jadi lebih melarat. Aku jadi murung, pemarah, emosi tak stabil, pendendam, asyik menyalahkan orang lain, kadang - kadang rasa ingin menangis tak henti, rasa ingin lari jauh dari perasaan ini, tidur malam ku terganggu dan pernah suatu ketika aku tidak dapat tidur malam lagi. Insomnia. Aku takut untuk melelapkan mata, macam-macam perkara yang aku fikirkan. Mimpi ngeri jadi mainan tidurku. Aku terpaksa tidur dengan lampu terang. Kadang - kadang aku tak dapat bernafas bila mataku lelap. Sejak itu hidup ini kurasakan tidak aman lagi. 

Tiada siapa yang memahami perasaanku waktu itu. Kawan - kawanku semua sudah menjauhiku. Hubungan dengan kawan yang paling rapat denganku juga sudah renggang. Pernah aku marahkan seseorang di pejabat hingga menyebabkan dia menangis, waktu itu aku dapat rasakan aku bukan lagi diriku yang sebenar. 

Kesakitan ini berlanjutan. Badanku jadi lesu, bisa-bisa sendi, perutku paling bermasalah, bila sakit bulanan (period) ku hadir, sakitnya Allah sahaja yang tahu. Berguling di atas katil hinggakan tiap kali period hari pertama atau kedua aku terpaksa cuti sakit kerana tidak tertanggung rasanya. Bila cek doktor, buat ujian ultrasound doktor kata aku ada Endrometrosis (masalah berkaitan rahim). Pelik. Bila cek lagi untuk masa yang lain, doktor kata aku cuma menghidap gastric. Okay, aku terima dan makan ubat-ubatan yang dibekalkan. Sampai satu ketika aku dah putus asa dengan ubat - ubat tu semua, aku menghidap sakit kepala yang teramat. Migraine. Bila sakit kepala tu datang kepala jadi panas macam demam, berdenyut-denyut sehingga aku akan menarik-narik rambut menahan kesakitan. Tiada ubat bagi kesakitan ini, habis baik pun telan pain killer, bawak mandi atau cuma pejamkan mata agar aku dapat tidur bagi menghilangkan rasa sakit tu. Aku juga kerap pitam, sakit kepala, muntah - muntah, jantung berdebar laju, nafas makin pendek (semput), badan seram sejuk tak kira bila dan di mana. Kadang - kadang ia menyerang semasa memandu, berdiri dalam train, semasa berjalan pergi kerja, semasa buat kerja di hadapan PC, masa tidur, masa solat. Allahu. Itulah perkara paling dirisaukan keluarga bila aku bersendirian. Rambutku juga mula gugur, dari tebal jadi nipis hingga dapat dilihat perbezaannya. Kadang-kadang buat aku menangis melihatkan perbezaan diriku dari gambar-gambar lalu. Aku juga menghadapi masalah berat badan, doktor kata hormon imbalance. Berat badan naik 20kg dari dahulu, menyebabkan aku makin stress dan murung. Aku benci melihat diriku di cermin. 

Semuanya menyebabkan aku hilang keyakinan diri. Pernah aku menganggur 3 bulan tanpa kerja kerana tiada keyakinan diri berdepan interview. Padahal aku bukanlah begitu. Bila dah dapat offer kerja, tiba - tiba ditarik balik. Dan lately perkara yang sama terjadi. Bila aku dah suka sesuatu kerja baru tu, dah discuss pasal gaji dan offer letter, tiba - tiba di suatu masa yang awkward, offer tu ditarik balik. Bila aku follow up, mereka janji akan advise back in a few more days tapi senyap sunyi hingga sekarang. Tak mengapalah, bukan rezekiku mungkin. 

Sampai suatu tahap aku tidak mahu berjumpa orang. Sehingga aku memutuskan hubungan dengan lelaki yang sudah ku kenal hampir 2 tahun saat dia sudah menyuarakan hasrat untuk menghantar rombongan merisik. Aku nekad putus dengannya. Kasihan dia, aku terus diam seribu bahasa. Kejam juga waktu itu. Aku tolak semua usaha orang nak berkenalan denganku. Aku tutup pintu hati aku untuk sesiapapun. Walaupun orang lain begitu sibuk memikirkan status aku, aku sendiri tak ambil tahu..

Bersambung.....

(Apa yang aku ceritakan ini adalah rangkuman keadaan dan kesakitan yang aku alami, bukan secara details. Kalau ada rezeki aku sambung cerita ni ea..)

Jangan gusar dan takut, hanya Allah tempat kita berlindung.

Hasbunallah wanikmal wakil, nikmal maula wanikmannasir..

Tuesday, June 20, 2017

Ramadhan is Leaving Us Soon :(



As the last few days of Ramadan are with us now, many of us are still in shock at the speed with which Ramadan has passed. Our goals may not yet be realized, our habits may not yet have changed, and our hearts may not yet have felt the sweetness of this beloved month. Disheartened, many of us may have already given to despair, feeling that our Ramadans have not been as fruitful as we had wished and planned. To make things more uncomfortable, we sometimes pray in mosque where the Imam or those around us begin to cry, weeping loudly when they hear verses of the Qur’an or when the Imam makes the du`a’ (supplication) during witr. Everyone else seems to be touched by this blessed month; everyone else’s hearts seem to soak in sweetness of this faith, the tears soaking their cheeks as they beg for mercy, provision, and forgiveness.

What about me? What about you? How can we, too, be of those whose hearts are softened?

Make Du`a’


“If you have approached the end of Ramadan, and you do not yet feel it in your heart, keep knocking on the door of Allah subhanahu wa ta`ala (exalted is He). Keep knocking, keep knocking, and Allah will answer.” Ask Allah (swt) in all of the blessed times to make du`a’ to break the hardness of your heart and allow sincerity and gratitude to gush through. Ask Him to soften your heart, to fill it with an awe-inspiring realization of Him, to exchange your bad deeds for good deeds and let your heart tremble in awe of Him as your actions show love for Him.

Sit Alone, Think about Your Sins, and Ask for Forgiveness


Take a few minutes every day to sit and say, “AstaghfirAllah (I seek forgiveness from Allah).” Every time you make this request of Allah (swt), remember something you’ve done that may have displeased Him. Remember that time you yelled at your mom when all she was trying to do was help you? Remember that time you cheated on your exam? Sit and ask Allah (swt) forgiveness for every single thing you’ve done, great, small, intentionally, unintentionally, asking Him to replace the hardness of your heart with softness and replace your sins with forgiveness and good deeds.

Allah (swt) tells us in Surat al-Furqan:

“Except for those who repent, believe and do righteous work. For them Allah will replace their evil deeds with good. And ever is Allah Forgiving and Merciful” (Qur’an, 25:70).

Sit Alone, Ponder Your Blessings, and Thank Allah (swt)


How many of us have been blessed with parents or others who love, mentor and care for us? We have been given trillions of blessings that so many have never tasted. How many people are ungrateful and forgetful of all they have been blessed with?

Sit and think of every blessing He has given you- the Qur’an, eyesight, clean water, literacy- the blessings are uncountable, as Allah (swt) tells us in Surah Ibrahim (14:34). Let us show gratitude, for when we are grateful, Allah (swt) increases us, “And [remember] when your Lord proclaimed, ‘If you are grateful, I will surely increase you [in favor]; but if you deny, indeed, My punishment is severe.’ (Qur’an, 14:7).

Let us sit, contemplate blessing after blessing, and continually move our lips in gratitude to Allah (swt), saying, “AlhamdulilLah (praise be to God),” asking Him to write us amongst those who are grateful to Him, asking Him to soften our hearts and allow us to be moved by gratitude for His Favors.

Contemplate the Qur’an


Allah (swt) poses this powerful question:

“Then do they not reflect upon the Qur’an, or are there locks upon [their] hearts? (Qur’an, 47:24)

How can we be of those whose hearts are not locked? We can make massive du`a’ that Allah (swt) opens our hearts, and we can contemplate the Qur’an. Listen to the Qur’an with a recitation which penetrates your ears and overwhelms your heart. While listening, go through the translation and work to understand the Qur’an.

When you go through the words, sit and really think about the meaning and the ways in which it applies to your life. Think about the meaning of the Qur’an and allow yourself to be captivated, head-over-heels in love with the powerful words of the Creator of the Universe- the One Who created you- the One Who revealed these words for your personal guidance. Allah chose you to be Muslim; He personally planned for you be of those who want to come back to Him and read the Qur’an. So go back to the Qur’an, be grateful for His favor upon you and sincerely seek to understand His Words.

Give Charity


The Prophet ï·º has told us that, “Sadaqah extinguishes sins like water extinguishes fire” (Tirmithi). The sins we commit continually build up and rust our hearts. Without polishing, this rust will take over, covering the beautiful jewel beneath it. This jewel, when polished, gleams internally and externally, becoming a means of benefit for the person whose body it houses, and spreading light to all those around, bi’ithnillah (with the permission of Allah). With charity, we can help polish our hearts. Let us give in charity, asking Allah (swt) to soften our hearts, to remove the buildup of rust, and to purify our hearts and souls, bringing us back to Him `azza wa jal (the Almighty and Majestic).

Increase our Good Deeds


Allah (swt) tells us, “Indeed the mercy of Allah is near to those who do good” (Qur’an, 7: 56). God has also told us, “Indeed, good deeds remove the evil deeds. That is a reminder for those who remember” (Qur’an, 11:114).

Allah (swt) has made our religion so adaptable that we can worship Him through anything good we do, when done sincerely and correctly. Let us constantly renew our intentions; when we take out the trash, let it be an act of worship to keep our homes tidy and to please those whom we live with. When we smile at a passerby, let it be to spread the joy of the character of the Prophet ï·º. All the while, let us seek the mercy of Allah (swt), begging of Him to soften our hearts, while we do good for His pleasure.

Have an Objective


In every salah (prayer), have an objective. Whether obligatory or extra, make the objective to come out of that prayer purer than you did when you were born. Ask Allah for `afiya - for your sins to be forgiven and wiped away, so that it is as if you never even committed them. Focus like someone who aims to be forgiven, recite Surat al-Fatiha like someone who will be forgiven, make sujood like someone who yearns with their heart and soul for their sins to be wiped away and replaced with righteous deeds. In the next prayer, make your objective Paradise. Concentrate like someone of Paradise; beg of Allah in sujood to be of the people of Paradise. In every rak`ah (unit of prayer), have a unique purpose and beg of Allah to make those desires realities.

There is still time to come back to Allah (swt) and really feel the weight of this blessed month! Allah (swt) loves when we go back to Him with sincerity and humility, carrying the burden of our sins to Him, with hopes of having them obliterated and being completely forgiven.


Let us go back to Him, asking for His forgiveness and pleasure, for Him to open our hearts and soften our limbs to His command, asking Him to replace the burden of our shortcomings with the blessing of His Mercy. Once we’ve done so, let us go back to Him, feeling light, overflowing with hope and pumped with energy to seek His pleasure through working passionately for His sake, feeling immensely optimistic that He will forgive us, reward us and answer us inshaAllah (God Willing).

Keep knocking on the door. Allah (swt), the One Who Answers, will undoubtedly answer.


May Allah swt accept all our good and lawful wishes. Indeed He knows the secrets of Hearts and No One can Accept dua's except Him. Ya Allah We Only beg from You. Please accept our humble duas. Aameen ya Rabb!!

Wednesday, May 24, 2017

My Latest CV ~ CV Orang Geram



#mylatestCV #experience

I have been working in HR for the past 7 years already.
This job is really challenging because we dealing with human being.

I’m not saying other job is not as challenging as this, but dealing with human are the challenges thing ever!

Human are the cleverest creatures of the entire universe. Human are the one who invented numbers, account, machine, computer, Facebook, You Tube, IG, and many more..hahaha..

If dealing with machine, or system or software is hard to do, but dealing with human who invented the machine or system or software is the hardest one!

Seriously, I never thought that working in a fine office would be very cruel and dirty.
Dirty in term of dirty job, makes other look bad in order to rise, back-stab each other in order to sustain

Basically, you jump, I stay.. you’re gone, I find your replacement who follow my order.
This bad working world need a yes-sir-man, never argue. So you will survive. Funny hah?

I was involved when we retrench people, I was involved when we had to let go most of our precious people..
The dirty work, ‘they’ let us do. When people questioning it, ‘they’ let us to answer..
When it comes to recognition, ‘they’ will claim they are the one who’s doing it.
‘They’ think that ‘they’ are so great hah? They were wrong.

There’s a lady in one office who has served the company for the past 15 years.
When ‘they’ took over the department 2 years ago, ‘they’ put her in the PIP (Performance Improvement Plan)
She is no longer entitle for bonus, she got only 3 months to put effort on the appraisal rate.
If she fail, they will terminate her, just like that.. and obviously, ‘they’ are purposely make her fail. 
So unfair.. if she is so bad, how can she stay and served during the days.
If she fails mean they are the one who failed because she is reported to them..

Those who keep arguing will be in a dangerous position.

You will surprised to see someone who is really helpful and responsive will get under performance/ below expectation rating.

Those who we didn’t know what they do in the office, what they have contribute will get excellent/ outstanding rating! And get promoted in the end.

Those who remain silent, will be silent from any career improvement. Stuck and stay. 

And those who have different point of view, different idea, different style, different treatment, will always being the targeted one.

And sadly that is me..

How many time I argue, I got nothing but a reminder.
How many time I go beyond my task, but I only got good rate with nothing at all.
How many time I got to raise my voice towards others, just to state my opinion.
How many time I got into war with my own boss.. And how many time people try to mess up with my job, my life.. but I’m here still survive..

Don’t get me wrong, I’m not complaining about my job.. I’m just sharing my experience with you.
And hoping that you would not face the same.

When I saw people being bullied, I really hate it!

I really hate to hear it after so many time. I will help whatever I can but that people need to take care of themselves. They need to think about themselves.

I’m not a #heroseorangcinderella, but I fight for my right and I hope other people will do the same.
When you fight for it, but you don’t get it. It’s OK because you had tried.

Compare to those who never tried, they have failed already.
I never lost hope.. I never regretted with the path that I chose, from Pure Science Stream to Accounting to Human Resources.

Like the old says, “every cloud has a silver lining”. I believed that they will be a better environment, better treatment, better people, great aspiration when I got a new job.

If I can’t get one, I can create one!

Just calm down, put your hand on your chest and say.. “InsyaAllah, all izz well..”


So this is it. This is my latest CV. 
I look forward to hearing from you about the possibility.

Thanks in advanced for your time and trouble. 
Your assistant and cooperation is highly appreciated! 

Best Regards
~Moonlight Lady in Work~

Wednesday, May 17, 2017

Cover Your Aurah ~ Because You're Worth It!



#Reminder #pesananpenaja
Bertudung itu tidak wajib tetapi menutup AURAT itu yang wajib.

Tudung hanyalah kain menutup diri, tetapi rasa malu itulah penghalang hati daripada melakukan sesuatu yang dimurkai Ilahi.

Apabila Allah SWT mengharamkan wanita mendedahkan kecantikan zahirnya, bukan kerana Allah SWT hendak menyekat kebebasan wanita, tetapi kerana Allah menyayangi wanita.

Diarahkan Menutup Aurat Kerana Allah Sayang!

Hukum Allah yang wajib kita taati boleh diumpamakan seperti peraturan jalan raya. Adanya lampu merah, hijau dan kuning, papan tanda dan sebagainya.

Dengan mematuhi peraturan jalan raya, tidak akan berlaku kemalangan sekaligus selamatlah perjalanan.

Begitulah dengan mematuhi hukum menutup aurat, akan membawa keselamatan dalam kehidupan. Tidak ada wanita yang akan teraniaya dan menderita kerana hukum menutup aurat.

Sebaliknya, dengan mendedahkan aurat mereka telah menzalimi diri mereka dan merosakkan orang lain.

Begitulah rahsia Allah SWT yang Maha Penyayang apabila Dia menyuruh atau melarang sesuatu, manfaatnya pasti ada walaupun kadangkala tidak dapat dijangkau oleh fikiran manusia.

Percayalah, Allah Lebih Tahu Apa Yang Lebih Baik Untuk Kita

Petikan Surah Al Ahzab Ayat 59. 
Bermaksud : Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali. Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang.

Orang yang beriman tidak akan ragu-ragu dengan sebarang hukum daripada Allah sama ada yang wajib atau yang haram melainkan dengan berkata, “Kami taat dan kami patuh.”

Justeru itu, jika kita mengaku kita beriman, akurlah kepada setiap perintah Allah SWT itu. Dia inginkan keselamatan dan kebahagiaan buat hamba-hambaNya.

Dan sesungguhnya sebilangan ahli Neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk Syurga dan tidak akan mencium baunya - Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim. 

Keterangan : Wanita yang berpakaian tipis/jarang, ketat/ membentuk dan berbelah/membuka bahagian-bahagian tertentu.


Ramadhan semakin hampir, mari kita berubah ke arah yang lebih baik. Tutup Aurat dengan sempurna. Jom Berubah!

@selendang_Ka_Syorga 

#prepareforRamadhan